Jengkel dan emosi. Itulah yang dirasakan beberapa mahasiswa baru yang sengaja mengenyam bangku kuliah di Jogja. bagaimana tidak, saat mereka mencari tempat kos, bukan keramahan seperti yang selalu terlihat di media sosial, namun justru sebaliknya.
Uda Buyung, mahasiswa asal Padang yang mengalami pengalaman tak mengenakkan. “Aku saat itu sedang berkendara menyusuri pedesaan, tanpa sengaja melihat plang kos-kosan kan, maka aku datangi lah kesana. Tapi bah, orang tua itu menjengkelkan sekali, buat apa dia nanya agamaku apa. Jogja sudah tidak ada toleransi kah?”, demikian ungkap Uda Buyung.
Diceritakan, Jaswoto pemilik kosan menanyakan agama bagi anak yang akan kos di rumahnya. Tidak hanya Uda Buyung yang mendapatkan pertanyaan serupa, seorang mahasiswi asal Surabaya pun mendapat pertanyaan senada. Sikap Jaswoto ini memicu respon masyarakat media sosial, berbagai respon muncul bahkan hingga gelaran sebuah unjuk rasa menentang sikap intoleransi yang dilakukan Jaswoto.
Yang mengherankan adalah, tetap masih ada yang mau nge-kos di rumah Jaswoto selain dua mahasiswa baru tersebut. Ada apa gerangan? Apakah mereka sudah mati rasa? Atau sengaja tetap tinggal karena malas mencari kosan baru?
Demikian jalan cerita dari film garapan Askara Nalini Films yang disutradari oleh Thomas Chris. Film yang dikemas dengan latar masyarakat Jogja ini sangat menarik, membawa penonton hanyut dalam emosi yang naik turun. Ciri khas film garapan Askara Nalini Films yang selalu mengangkat cerita kehidupan yang sesuai realita terkesan mudah dipahami dan dirasakan emosinya, apalagi ending plot twist yang sengaja dibuat untuk mengkoyak pikiran penonton.
Pemilihan tokoh utama Jaswoto, yakni Ernanto Kusumo yang kerap disapa Kang Soeyik adalah pilihan yang tepat sesuai penggambaran karakter orang Jawa yang bijaksana. Aktor kawakan yang sering berseliweran bermain di layar lebar ini memang memiliki penggemar yang tak sedikit.
Bagaimana kisah cerita dalam film ini, sila saksikan di channel Youtube Askara Nalini Films. Rasakan emosinya saat menonton. Selamat menyaksikan.